Langkah-Mudah-Membuat-Repeater-Radio-v

提供: 貿易箱庭wiki
移動: 案内検索


COR (Carrier Operated Relay), sangat banyak versi cor yang dipergunakan dan dipost oleh sohib2 blogger, sedari yang sangat sederhana sekali hingga yang tinggkat kompeten, dan cor ini lazimnya dipergunakan untuk menggabungkan 2 buah radio yang biasanya di bakal untuk menghasilkan pancar kembali.

Membuat Repeater sendiri beserta rangkaian COR yang sederhana, rangkaian tersebut biasa pun disebut beserta modul cor (Carrier Operated Relay), sanggup di lakukan dengan ringan karena komponen-komponen yang dimanfaatkan banyak dan mudah pada peroleh dipasaran tidak mempergunakan komponen luar biasa seperti IC CMOS, atau IC TTL atau MC (Microcontroler) laksana pada modul-modul cor cakap cor repater dan agaknya saja postingan kali ini juga bagian atas banyak rangkaian-rangkaian cor yang dapat ditemui di computer untuk menghasilkan sendiri memuncrat ulang.

COS Input
Cuilan gambar pertalian diatas terjumpa ada penambahan switch, penambahan ini dalam buat untuk antisipasi bahwa COS atas radio Recivernya berlogika low atau high, rangkaian berikut mungkin sanggup dipergunakan untuk semua merk radio yang diharapkan sambungan cortersebut juga dapat dipergunakan, dengan jalan merubah stan jabatan switch, bila COS daripada radio penerima berlogika low maka switch diposisikan di no 3, dan jika COS dari radio penerimanya berlogika high maka posisi switch dipindahkan ke no1, pada prinsipnya siap dua type transistor yang berbeda PNP dan NPN, pada ketika COS yang diterima berlogika low maka yang bekerja adalah transistor PNP, & sebaliknya kalau COS yang diterima berlogika high dipastikan transistor yang bekerja adalah NPN sama halnya beserta rangkaian cor pada postingan pancara kembali dengan icom 2100 yang lalu.

Audio Input
Di rangkain input ini ditemui dua risiko resistor yang memang sengaja tidak di buat berapa besar sistem tahannanya, sesuatu ini disesuaikan dengan input yang diterapkan, pada tatkala artikel tersebut di posting uji jajal audio yang digunakan diambil dari audio input radio receiver pra ke VR (trimpot) Volume dari radio penerimanya, prestise RX1 di buat 1K, sedangkan terpidana RX2 tidak digunakan sedikit pun. jika audio in pada hubungkan ke speaker out dari radionya nilai rintangan RX1 disusun sebesar 5k6 ohm dan nilai tahanan RX2 100ohm, dan usahakan volume mulai radio penerimanya jangan terlalau besar, dikarenakan jika talun input terlalu tinggi maka suara yang dihasilkan tak akan sempurna, pada saat penyambungan pastikan ground terpasang dengan baik serta kabel yang dipergunakan sepatutnya mempergunakan kawat head yang baik untuk mengurangi noise audio.

Rangkaian tone control disini bukanlah tone control tingkat kompeten namun tone control simpel, hanya mengisai suara atau nada menjulung (treable) rendah (bass) yang dapat terbang pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk kinerja yang pantas dengan yang diinginkan sepantasnya kalibrasi prestise tahanan VR dengan besar kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.
Dari penggalanan tone lebih dari juga terdapat VR atau tahanan mendorong yang beroperasi sebagai volume untuk mic in radio pemancar / Radio TX, penambahan transistor C945 lebih dari sebagai penguat sehingga suara yang merembes melalui kurang lebih tahanan & kapasitor siap di perkuat sebelum dikirimkan ke pendatang ( keradio pemancar).

Persewaan Repeater Konsistensi Ke Radio
Audi In sebaiknya diambil sebelum merasuk ke IC Ampli/Penguat yang terdapat di dalam radio untuk hasil audio yang cantik, namun mampu juga memungut audio daripada jack speaker yang terjumpa di radio, hanya saja apabila menggunakan salur ini sepatutnya volume radio jangan terlalu besar. adapun COS in sebaiknya dalam cari secara baik bahwa menggunakan radio yang tidak terselip konektor outnya seperti radio alinco DR135 yang telah disediakan conector db9, radio motorola ada yang telah tersedia tersedia juga yang tidak, untuk mecari jalur cos pada radio sebenarnya tidak terlalu susah namun dibutuhkan sedikti ketelitian dan kesabaran,

Sekilas jalan mencari salur cos pada radio,
Beratur frekuensi yang hendak pada gunakan, pastikan posisi penerimaan radio dalam mode konvensional (normal) ataupun menggunakan tone, seteleh tersebut siapkan radio ht & samakan stan jabatan frekuensinya serta coba mengakui ptt di radio yang kedua (ht), gunakan multi tester untuk mencari tisu cosnya, prima coba telusuri di kawasan kaki IC ampli/suara biasanya ada jalur audio mute jalur itu juga bisa dipergunakan saat saat radio menerima sinyal dari radio yang ke-2. Akan terdapat perubahan pada jarum mutitester pada tatkala ptt di radio kedua ditekan serta dilepas, bila di unit audio mute tidak tapak coba telusuri di unit if biasanya disini pun ada. walaupun demikian tegangannya lebih kecil atas jalur utuk audio mute. Jika dalam saat PTT dari radio lain ditekan dan tingau bergerak memanjat berarti cosnya high, dan ptt dilepas jarum kembali keawal, demi sebaliknya ptt tidak ditekan jarum menunjuukan level tegangan atau berpunya ditengah dan pada tatkala PTT ditekan jarum melangkah turun dipastikan cos nya low. di dalam pencarian cos ini usahakan cari cos yang berlevel tegangan 5 volt.

Radio Pemancar
Untuk koneksi sambungan ke keradio pemancar, VCC bisa dihubungkan ke tisu + 8Volt yang lazimnya terdapat saat jack untuk extramic, ataupun dapat pun menghubungkan langsun didalam radio pemancar / bisa pula dengan cara menambahkan adaptor, pemberian catu daya atau tegangan untuk rangkaian cor dan tone ini usahakan tegangan yang diberikan benar-benar stabil, sebab kestabilan mulai tengangan saangat mempengaruhi suara yang didapatkan, jika jatah daya bukan baik suara yang dihasilkan bisa sekadar tidak tertib ada gaung atau titah sedikit rewel. untuk jalur audio out dari runtunan dihubungkan di jalur mic dari radio pemancar, & jalur ptt dihubungkan di ptt radio pemancar, namun jalur ground pastikan terhubung dengan bagus, baik itu ground untuk mic dan ground chasis pesawat.